Gattuso: Milan Bisa Saja Menang

Gattuso: Milan Bisa Saja Menang

Gattuso: Milan Bisa Saja Menang

Firenze – AC Milan berimbang 1-1 di markas Fiorentina di laga terakhir 2017. Pelatih Milan Gennaro Gattuso menilai timnya bisa saja memenangi pertandingan, tapi puas dengan hasil seri.

Bertanding di Artemio Franchi, Sabtu (30/12/2017), Milan tampil buruk di babak pertama tapi bisa mengimbangi Fiorentian 0-0. Setelah turun minum, La Viola memecah kebuntuan lewat gol Giovanni Simeone di menit ke-71.

Hanya tiga menit kemudian, Rossoneri menciptakan gol balasan dari Hakan Calhanoglu yang memastikan kedua tim berbagi angka.

Hasil ini menandai berakhirnya rangkaian kekalahan Milan yang diderita dalam dua pertandingan beruntun. Milan sekaligus mengakhiri catatan clean sheet Fiorentina, yang tidak kebobolan dalam empat pertandingan.

“Kami tidak ingin kalah dan tahu bahwa beberapa dari pemain kami tidak dalam bentuk yang bagus,” ungkap Gattuso kepada Mediaset Premium. “Memang benar kami tidak menciptakan banyak peluang di babak pertama, tapi di babak kedua kami bereaksi untuk seri, dan mungkin, bisa saja memenangi pertandingannya.”

“Tim mulai memiliki semangat tidak pernah menyerah, yang mungkin tidak indah untuk disaksikan, tapi kami sekarang bekerja sebagai tim. Tadi memang kesulitan di babak pertama, karena kami tidak menemukan Riccardo Montolivo dan Jack Bonaventura dengan permainan passing kami. Kami bermain terlalu dalam karena kami tidak ingin menderita dalam tekanan. Tapi jangan lupakan Fiorentina tidak kebobolan di hampir 500 menit di Serie A,” sambung Gattuso.

“Tadi memang bukan penampilan yang hebat sekali. Tapi saya gembira dengan bagaimana cara kami menghadapi pertandingan.”

Rookie MotoGP 2018, Morbidelli: Rossi Mengajarkan Segalanya

Rookie MotoGP 2018, Morbidelli: Rossi Mengajarkan Segalanya

Jakarta – Franco Morbidelli, rookie MotoGP 2018, bukan sosok kacang lupa kulit. Kesuksesannya selama beberapa tahun terakhir tak lepas dari sosok Valentino Rossi. Bagi Morbidelli, Rossi adalah seorang guru.

Morbidelli adalah rookie yang aksinya begitu dinanti pada MotoGP 2018. Itu karena ia menyandang status sebagai juara dunia Moto2 2017. Dan itu merupakan gelar juara dunia pembalap 22 tahun tersebut di Grand Prix.
Di balik itu semua, Morbidelli mengakui bahwa Rossi memiliki jasa besar kepadanya. Pertemuan pertama keduanya terjadi di rumah adik angkat Rossi, Luca Marini. Lalu keduanya kembali bertemu di lintasan di Cava.

Suatu hari, Morbidelli mendapatkan tawaran untuk menjadi pembalap yang bernaung di bawah Rossi. Sejak saat itu pula pembalap berusia 38 tahun itu berjanji akan membantu Morbidelli ke MotoGP hingga akhirnya ia masuk VR46 Academy.

“Ada banyak hal, jika saya menulisnya, akan ada daftar panjang. Pada dasarnya, saya telah mempelajari semua hal yang saya ketahui soal balapan dari Valentino dan akademinya. Jadi itu benar-benar daftar yang sangat panjang,” kata Morbidelli, dilansir Speedweek.
Butuh waktu empat tahun bagi Morbidelli untuk menunjukkan kualitasnya hingga akhirnya dipercaya naik ke MotoGP. Setelah finis di peringkat ke-11, ke-10, dan keempat, pembalap berusia 22 tahun itu akhirnya merengkuh gelar juara dunia pada musim 2017.

Dari 18 balapan, pembalap asal Italia mampu merebut 12 podium yang delapan di antaranya adalah kemenangan. Ia mengoleksi 308 poin, unggul 65 poin atas Thomas Luthi, rekan setim yang juga menjadi pesaing terdekat.

Terlepas dari itu semua, Morbidelli mengungkapkan ada beberapa balapan di musim 2017 yang sempat membuatnya frustrasi. “Misano tentu merupakan balapan terberat. Saya bagus sepanjang akhir pekan dan ingin mendapatkan hasil bagus. Dalam balapan, saya agak gugup, dan seperti yang semua kita tahu, saya jatuh setelah tiga putaran,” tegas Morbidelli.

Gattuso: Saya Bukan Pesulap

Gattuso: Saya Bukan Pesulap

Gattuso: Saya Bukan Pesulap

Milan – Gennaro Gattuso memperingatkan AC Milan agar tak terlena kemenangan atas Inter Milan. Gattuso sadar hasil itu tak serta-merta menyelesaikan masalah Milan.

Milan berhasil menyingkirkan Inter di babak perempatfinal Coppa Italia, Kamis (28/12/2017) dini hari WIB. Rossoneri menang 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Hasil itu menjadi angin segar bagi Milan yang sedang terpuruk di Serie A. Dua kekalahan beruntun yang didapat di dua laga terakhir membuat Milan melorot ke peringkat ke-11.

Tapi Gattuso mengingatkan bahwa satu kemenangan tidak akan mengubah segalanya untuk Milan. Dia menyebut Milan masih punya pekerjaan rumah yang harus dibereskan.

“Saya bukan pesulap,” Gattuso menjawab saat ditanya apakah kemenangan atas Inter akan jadi titik balik Milan seperti dilansir Football Italia.

“Itu adalah laga yang sangat sulit, tapi kami harus menghadapi pertandingan satu per satu. Kami harus terus bekerja dan menunjukkan sikap yang saya lihat dalam periode ini. Kami ingin mengakhiri paruh pertama musim ini dengan lebih baik.”

Milan selanjutnya akan tandang ke markas Fiorentina di lanjutan Serie A, Sabtu (30/12/2017) akhir pekan ini. Meski sedikit kelelahan usai bertarung hingga perpanjangan waktu di Coppa Italia, Milan disebut Gattuso lebih tenang berkat kemenangan atas Inter itu.

“Kami tahu masalah yang kami punya dan yang masih kami miliki. Itu (laga melawan Inter) adalah pertandingan penting dan memberi kami kekuatan,” Gattuso menyatakan.

“Kami melawan Fiorentina yang sedang dalam performa bagus dan kami menghadapinya dalam kondisi kelelahan. Tapi begitulah situasinya, kami tidak banyak bekerja dalam latihan hari ini karena kami habis-habisan di laga itu, tapi kemenangan di laga derby membuat kami bekerja dengan lebih tenang,” dia menambahkan.

Layaknya Tentara, Buffon Selalu Siap Jika Dipanggil Juve dan Timnas

Layaknya Tentara, Buffon Selalu Siap Jika Dipanggil Juve dan Timnas

Layaknya Tentara, Buffon Selalu Siap Jika Dipanggil Juve dan Timnas

Turin – Gianluigi Buffon bakal pensiun musim panas nanti. Tapi layaknya tentara, Buffon selalu siap jika kembali dipanggil Juventus dan tim nasional Italia.

Buffon akan berusia 40 tahun pada 28 Januari nanti. Di usia yang sudah uzur, dia mulai berpikir untuk berhenti sebagai pemain di akhir musim/

Kapten sekaligus kiper Juventus ini tak mau kehadirannya menghalangi laju para pemain muda. Akan tetapi, Buffon tak sepenuhnya menutup peluang untuk terus bermain asalkan Bianconeri dan timnas Italia betul-betul membutuhkan tenaganya.

“Saya merasa seperti seorang tentara untuk melayani tim saya dan negara saya. Mungkin saya akan pensiun, tapi saya akan selalu siap untuk Juventus dan tim nasional,” kata Buffon kepada Der Spiegel.

“Seorang pria berusia 40 tahun wajib memberi ruang kepada pemain yang lebih muda. Saya tahu jika saya terus bermain, maka saya akan menghalangi perkembangan pemain, dan saya tidak menginginkan itu. Tapi jika mereka membutuhkan kiper, mereka bisa menghubungi saya. Saya akan selalu siap, bahkan di usia 80 tahun,” sambungnya.

Buffon gagal membantu Italia ke Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Swedia di babak play-off. Kegagalan itu diakuinya akan terus menghantui sepanjang hidup.

“Saya kecewa karena absen di Piala Dunia, saya mungkin akan menyesalinya selama sisa hidup saya, paling tidak karena kami telah merampok kebahagiaan anak-anak dari Piala Dunia,” tegasnya.

Milan – Kemenangan atas Inter Milan menambah keyakinan AC Milan

Milan – Kemenangan atas Inter Milan menambah keyakinan AC Milan

untuk menjuarai Coppa Italia musim ini. Mereka berharap dapat meraih gelar keenam sepanjang sejarah.

AC Milan melangkah ke semifinal setelah mengalahkan rival sekota 1-0 di Stadio San Siro, Kamis (28/12/2017) dini hari WIB.
Selanjutnya I Rossoneri harus melewati Lazio pada babak empat besar yang berlangsung dua leg. AC Milan dijadwalkan menjadi tuan rumah terlebih dahulu pada 31 Januari 2018, sebelum bertamu ke Olimpico pada 28 Februari.

Jika sukses melewati tantangan, mereka harus mengalahkan salah satu di antara Napoli, Atalanta, Torino, atau juara bertahan Juventus untuk mengangkat trofi.
“Kemenangan ini tidak berarti apa-apa karena trofi masih jauh. Kami berharap dapat berjaya di kompetisi ini,” kata gelandang AC Milan, Lucas Biglia, dilansir situs resmi klub.Tidak hanya Coppa Italia, AC Milan juga berambisi memperbaiki posisi di klasemen. Saat ini mereka terdampar di peringkat 11. I Rossoneri berkesempatan jika menaklukkan Fiorentina, Sabtu (30/12/2017).

“Kompetisi masih panjang kami harus memanfaatkannya. Kami harus segera melupakan kemenangan tadi dan fokus ke Fiorentina,” tutur Biglia.
Meski sukses di Serie A, Eropa, dan dunia, rekor AC Milan di Coppa Italia terbilang buruk. mereka hanya lima kali menjadi juara, dicapai pada 1967, 1972, 1973, 1977, dan 2003.

Bersanding bersama Torino dan Napoli pada klasemen pengoleksi titel, ada lima tim yang lebih baik ketimbang I Rossoneri.

Cavs Kalah Lagi, Celtics Kembali ke Jalur Kemenangan

Cavs Kalah Lagi, Celtics Kembali ke Jalur Kemenangan

Cavs Kalah Lagi, Celtics Kembali ke Jalur Kemenangan

Sacramento – Cleveland Cavaliers menderita kekalahan kedua beruntun usai ditekuk Sacramento Kings 95-109. Boston Celtics bangkit dengan kemenangan atas Charlotte Hornets.

Pada pertandingan di Golden One 1 Center, Kamis (28/12/2017) WIB, shooting guard Vince Carter mengemas 24 poin untuk menginsiprasi kemenangan Kings. Center Willie Cauley-Stein menambahkan 17 poin dan Bogdan Bogdanovic mencetak 16 poin.

Secara keseluruhan, Cavs tampil lesu di sepanjang pertandingan. Setelah tertinggal 27-28 di akhir kuarter pertama, Cavs hanya mengemas 28 poin sehingga Kings masih mempertahankan keunggulannya di periode kedua dalam kedudukan 55-62.

Usai jeda, Cavs mampu melebihi perolehan angka Kings tapi kendali permainan belum berubah. Tim tamu masih memimpin 85-80.

Kuarter keempat menjadi kunci kemenangan Kings. Sebanyak 24 poin didulang yang memberi Cavs kekalahan lain setelah di laga yang lalu ditundukkan Golden State Warriors.

Triple-double dicetak LeBron James dengan 16 poin, 10 rebound, dan 14 assist selama 38 menit di atas lapangan. Kevin Love menambahkan 23 poin dan JR Smith 15 poin.

Celtics membangun momentumnya kembali setelah kekalahan melawan Washington Wizards. Menyambangi Hornets di Spectrum Center, Celtics memetik kemenangan dengan skor akhir 102-91.

Kyrie Irving memimpin Celtics usai membukukan 21 poin dan delapan assist. Al Horford mengemas double-double dengan 20 poin dan 11 rebound, yang ditambahkan rookie Jayson Tatum dengan 18 poinnya.

Saat Celtics memimpin hanya empat poin di awal kuarter keempat, Tatum mencetak angka dari alley-oop dunk yang diawali dari serangan cepat. Setelahnya, dia juga mencetak angka dari lay-up terbalik.

“Kyrie menyedot perhatian besar di momen itu, Al juga begitu. Jadi beberapa angka Jayson berasal dari sana,” kata pelatih Boston Brad Stevens di ESPN.

“Tatum tampil baik untuk kami. Dia tidak takut dengan momen penting. Satu hal yang membantu dia adalah dia tetap bersemangat, sangat fokus,” puji Horford.

Klopp Minta Fans Liverpool Bersabar dengan Van Dijk

Klopp Minta Fans Liverpool Bersabar dengan Van Dijk

Klopp Minta Fans Liverpool Bersabar dengan Van Dijk

Liverpool – Manajer Liverpool Juergen Klopp senang dengan kehadiran Virgil van Dijk. Tapi, Klopp juga meminta fans bersabar menunggu performa terbaik Van Dijk.

Van Dijk bakal jadi pembelian Liverpool di musim dingin ini setelah mencapai kata sepakat dengan Southampton di harga 75 juta pound sterling. Van Dijk akan resmi berseragam Liverpool begitu bursa transfer dibuka 1 Januari nanti.

Kedatangan Van Dijk tentu disambut sukacita fans Liverpool mengingat dia disebut-sebut sosok yang diperlukan untuk memperkuat lini belakang mereka. Apalagi Klopp memang sudah mengincarnya sejak musim lalu.

Tapi patut diingat juga kalau Van Dijk menjalani tahun 2017 ini dengan kurang menyenangkan. Dia sempat cedera lama dan musim ini pun performanya disebut biasa-biasa saja.

Oleh karenanya, Klopp pun meminta fans Liverpool dan terutama publik sepakbola untuk bersabar melihat penampilan terbaik Van Dijk dalam seragam merah-merah.

“Pembelian ini untuk jangka panjang,” ujar Klopp kepada Sky Sports seperti dikutip Telegraph.

“Mungkin ini bukan paruh pertama musim yang menyenangkan untuknya di Southampton. Dia cedera dan kita tahu apa yang terjadi musim panas lalu. Pemain tinggi sepertinya butuh waktu pemulihan agak lama, khususnya setelah absen sembilan bulan,” sambungnya.

“Dia harus bisa mengatasi hal-hal itu. Itu tak jadi masalah. Kami punya banyak pemain top di posisi itu sehingga kami tidak perlu buru-buru. Dia harus beradaptasi dengan gaya main kami. Berbeda tentunya, sangat berbeda, tapi kami yakin 100 persen dia mampu melakukannya. Saya senang akhirnya semua tuntas tapi tidak perlu buru-buru kok.”

Barcelona Prioritaskan Ozil di Bursa Transfer

Barcelona Prioritaskan Ozil di Bursa Transfer

Barcelona – Barcelona terus memantau situasi Mesut Ozil di Arsenal. Kabarnya, Barcelona bahkan menjadikan Ozil buruan utama mereka di bursa transfer musim dingin ini.

Seperti diberitakan Express, Barcelona tidak keberatan jika harus merogoh kocek untuk memboyong Ozil. Meskipun, Barcelona bisa saja memboyong Ozil dengan gratis di akhir musim ini.

Hal tersebut mungkin terjadi karena Ozil belum juga memperpanjang kontraknya dengan Arsenal. Ozil bebas bernegosiasi dengan klub manapun jika kontraknya yang akan habis di akhir musim ini belum juga diperpanjang Arsenal.

Perpanjangan kontrak Ozil terkendala masalah prestasi dan gajinya di Arsenal. Seperti diketahui, prestasi Arsenal dalam beberapa musim belakangan kurang menggembirakan.

Di musim ini misalnya, mereka hampir pasti gagal meraih gelar juara Liga setelah tercecer di peringkat enam. Arsenal tertinggal 21 poin dari pemuncak klasemen sementara Manchester City.

Barcelona memprioritaskan Ozil bukan tanpa alasan. Pemain asal Jerman itu dianggap pantas menggantikan Andres Iniesta di masa depan.

Iniesta saat ini telah berusia 33 tahun, namun Barcelona belum juga mendapatkan pengganti Iniesta. Bisa dimaklumi mengingat Iniesta merupakan sosok yang tak tergantikan di skuat Blaugrana.

Satu hal yang mungkin jadi ganjalan untuk Barcelona adalah status Ozil sebagai mantan pemain Real Madrid. Ozil pernah membela Real Madrid dari 2010 hingga 2013.

Meski telah membela Arsenal, Ozil juga masih berhubungan dengan sejumlah pemain Real Madrid. Ia merupakan teman dekat Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo.

Pasang Trio RIP Jadi Starter, MU Malah Nyaris Kalah

Pasang Trio RIP Jadi Starter, MU Malah Nyaris Kalah

Pasang Trio RIP Jadi Starter, MU Malah Nyaris Kalah

Jakarta – Untuk pertama kalinya Jose Mourinho memainkan Romelu Lukaku, Zlatan Ibrahimovic, dan Paul Pogba secara bersamaan saat menjamu Burnley. Tapi, hasilnya mengecewakan.

Manchester United tampil dengan komposisi lini serang yang baru saat melawan Burnley di Old Trafford Selasa (26/12/2017) malam WIB. Mourinho selaku manajer tim memainkan trio RIP (Romelu, Ibrahimovic, dan Pogba) sebagai starter secara bersamaan untuk pertama kalinya.

Meski namanya terkesan seram dan angker (RIP = rest in peace), kehadiran tiga pemain tersebut malah tidak berjalan sesuai harapan. MU justru sangat buruk di babak pertama dengan tertinggal 0-2 lewat gol gol Ashley Barnes dan Steven Defour.

Di babak kedua Mourinho membuat perubahan di lini depan dengan menarik Ibra untuk memainkan Jesse Lingard. Perubahan itu berbuah manis dengan sumbangan dua gol dari Lingard yang membuat laga berakhir imbang 2-2.

Dalam pertandingan ini, Ibra diplot di belakang Romelu untuk menggantikan Lingard. Sementara itu, Pogba menjadi gelandang serang dengan lebih berfungsi sebagai penyambung lini belakang dan lini depan.

Ibra yang diharapkan bisa menjadi tandem Romelu malah cuma melepaskan satu tembakan, yang itupun tidak mengarah ke target. Menurut catatan Whoscored, pria asal Swedia itu juga cuma bikin satu umpan kunci.

Sementara itu, Lingard yang main di babak kedua berhasil menyumbang dua gol dari tiga tembakan yang dilepaskan. Selain gol, kecepatan dan kelincahan Lingard di lini serang menjadi pembeda untuk MU dalam membongkar pertahanan Burnley.

Sama halnya seperti Ibra, Romelu juga bermain tidak begitu bagus. Sepanjang 90 menit, mantan pemain Everton tersebut cuma bikin satu tembakan tanpa mengarah ke target. Dia juga membuat satu umpan kunci.

Pogba, yang bermain lebih menyerang di lini tengah punya catatan tembakan yang lebih banyak dari kedua pemain tersebut. Pemain asal Prancis itu berhasil membuat lima tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang.

Kehadiran Pogba lebih terasa dalam mengalirkan umpan-umpan panjang. Pemain 24 tahun tersebut melepaskan 10 umpan panjang dengan delapan yang akurat.

Setelah punya kesan buruk dengan memainkan trio RIP sebagai starter, apakah Mourinho mau mencobanya lagi?

Di El Clasico, Messi Habiskan 75 Menit Berjalan Kaki

Di El Clasico, Messi Habiskan 75 Menit Berjalan Kaki

Di El Clasico, Messi Habiskan 75 Menit Berjalan Kaki

Jakarta – Lionel Messi jadi pemain paling menentukan di El Clasico akhir pekan lalu. Bikin satu gol dan satu assist, Messi menghabiskan 83,1% dari 90 menit dengan jalan kaki.

Barcelona meraih kemenangan gemilang dengan skor 3-0 dalam lawatan ke Santiago Bernabeu, Sabtu (23/12/2017) malam lalu. Luis Suarez, Lionel Messi, dan Aleix Vidal mencetak gol-gol kemenangan The Catalans di babak kedua.

Messi terpilih sebagai pemain terbaik oleh situs statistik Whoscored. Dia dapat nilai sempurna 10 atas gol penalti dan assist yang dilepaskan untuk Vidal.

Meski punya peran besar atas kemenangan Barcelona, Messi ternyata tak banyak ‘beraktivitas’ di atas lapangan. Dia bisa dibilang sangat efektif dalam melakukan pergerakan, baik itu saat membawa bola maupun saat tanpa bola.

Sebuah surat kabar asal Honduras, El Periodico, menganalisa pergerakan Messi saat bermain penuh di El Clasico. Sepanjang berada di atas lapangan, 83,1% aktivitas yang dilakukan Messi adalah berjalan kaki. Itu sekitar 75 menit.

Sementara 10,8% periode permainan dihabiskan Messi dengan berjoging dan 4,95% dia lakukan dengan berlari. Sisanya, sebesar 1,15% (sekitar 1 menit) Messi baru melakukan sprint.

Diyakini statistik tersebut di atas merupakan bagian dari skenario permainan dan sudah disiapkan oleh tim medis serta Ernesto Valverde dan staff kepelatihan Barca. Dikutip dari Marca, Messi adalah satu-satunya pemain outfield yang tampil penuh di seluruh pertandingan La Liga musim ini. Kondisi kebugaran dia tentu dijaga betul oleh Barcelona