Kalahkan Spurs, Rockets Raih 12 Kemenangan Beruntun

Kalahkan Spurs, Rockets Raih 12 Kemenangan Beruntun

Kalahkan Spurs, Rockets Raih 12 Kemenangan Beruntun

Houston – Rentetan kemenangan Houston Rockets di NBA bertambah panjang. Rockets baru saja meraih kemenangan ke-12 secara beruntun setelah mengalahkan San Antonio Spurs 124-109.

Menghadapi Spurs di Toyota Center, Houston, Jumat (15/12/2017) malam waktu setempat, Rockets dimotori oleh Chris Paul, yang mengemas 28 poin, delapan assist, dan tujuh steal.

James Harden tampil kurang maksimal pada pertandingan ini. Persentase tembakannya cuma 33 persen. Tapi, dia masih sanggup menyumbangkan 28 poin untuk Rockets berkat 14 tembakan bebas yang masuk.

Di kubu Spurs, LaMarcus Aldridge menyumbangkan 16 poin dan enam rebound. Sementara itu, Kawhi Leonard yang belum lama pulih dari cedera menambahkan 12 poin dan empat rebound.

Berkat kemenangan atas Spurs, Rockets mantap di puncak klasemen Wilayah Barat dengan catatan 23 kemenangan dan empat kekalahan pada musim ini. Dalam 12 kemenangan beruntun yang mereka raih, sepuluh di antaranya adalah kemenangan dengan selisih dua digit atas tim lawan.

Rockets selanjutnya akan menghadapi Milwaukee Bucks di kandang sendiri pada Sabtu (16/12/2017) waktu setempat.

Ini Lawan Kevin/Marcus dan Tontowi/Liliyana di Semifinal

Ini Lawan Kevin/Marcus dan Tontowi/Liliyana di Semifinal

Ini Lawan Kevin/Marcus dan Tontowi/Liliyana di Semifinal

Dubai – Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melaju ke BWF World Super Series Finals. Berikut ini merupakan lawan-lawannya.

Kevin/Marcus melaju ke semifinal setelah mengalahkan pasangan China Li Junhui/Liu Yuchen. Mereka pun lolos ke babak semifinal dengan status runner-up Grup A nomor ganda putra.

Sementara itu, Tontowi/Liliyana mengakhir laga Grup B nomor ganda campuran dengan kekalahan. Mereka takluk dari Wang Yilyu/Huang Dongping, hingga harus finis di posisi kedua.

Kevin/Marcus akan berhadapan dengan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Pasangan Jepang ini merupakan lawan satu grup Kevin/Marcus.

Sementara itu, Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen.

Soal laga melawan Kamura/Sonoda, Kevin pun mengaku sudah memetik pelajaran dari pertemuan saat fase grup.

“Saya rasa sama saja mau melawan siapa pun. Memang tiga pasangan yang lolos (ke semifinal) memang yang terbaik saat ini. Tentunya kami berharap bisa tampil lebih baik, bermain lebih baik dan belajar dari kekalahan sebelumnya,” kata Kevin.

“Walaupun kami lolos ke semifinal, tetapi kami tahu kami tidak mudah sampai ke sini. Sekarang kami sudah bisa ke semifinal dan kami ingin yang lebih,” dia menambahkan.

Sementara itu, Liliyana mengaku bahwa untuk laga semifinal, dia dan Tontowi harus menjalin komunikasi yang lebih baik lagi.

“Yang pasti kami harus lebih siap lagi, di semifinal auranya pasti beda. Komunikasi kami harus lebih bagus, saya maunya bagaimana, Owi maunya bagaimana. Harus lebih kompak lagi,” ucap Liliyana mengomentari laga semifinal.

Kedatangan Coutinho Dikhawatirkan Picu ‘Keributan’ di Barcelona

Kedatangan Coutinho Dikhawatirkan Picu ‘Keributan’ di Barcelona

Liverpool – Gelandang serang Liverpool Philippe Coutinho sudah lama dikait-kaitkan dengan kepindahan ke Barcelona. Bahkan, klub raksasa Liga Spanyol ini sudah lama menetapkan Coutinho sebagai target utama mereka sejak musim panas lalu.

Rumor kepindahan Coutinho ke Barcelona terus memanas sepanjang 2017. Beberapa media Inggris memberitakan Liverpool menolak tawaran selangit yang diajukan Barcelona untuk Coutinho.
Meski begitu, Barcelona tak kehilangan semangat untuk merekrut Coutinho. Barcelona diyakini bakal mencoba peruntungan untuk merekrutnya pada Januari 2018.

Tapi, media lain mengklaim Barcelona juga akan mencari opsi pemain lain yang lebih murah. Nama Mesut Ozil dari Arsenal disebut-sebut jadi incaran Barcelona.
Terlebih, manajer Liverpool Jurgen Klopp juga mengaku tak bisa memastikan masa depan Coutinho. Dia tak berani menjamin bintang berusia 29 tahun itu akan bertahan jika Barcelona kembali melayangkan tawaran pada bursa transfer Januari 2018.
Pemain berusia 25 tahun itu, memang bisa menjadi tambahan bagus bagi skuat Barcelona.

Namun, belakangan muncul kekhawatiran soal transfer Coutinho. Bahkan, langkah manajemen Barcelona itu dinilai tidak bijaksana.

Coutinho kemungkinan besar tidak bisa dimainkan dalam pertandingan di Liga Champions di paruh kedua musim ini.
Selain itu, dikhawatirkan pula kedatangan Coutinho bisa memicu “keributan” di ruang ganti Barcelona. Pemain Barcelona akan cemburu dengan pembelian Coutinho.

Pemain seperti Gerard Pique dan Sergio Busquets akhirnya bisa meminta kontrak baru, karena kemungkinan Coutinho akan memperoleh lebih dari mereka.

Potensi Tottenham Sandung The Citizens

Potensi Tottenham Sandung The Citizens

Potensi Tottenham Sandung The Citizens

Jakarta – Manchester City begitu superior di musim ini. Namun demikian, bukan berarti Tottenham Hotspur tidak memiliki peluang menang di Etihad, Sabtu (16/12/2017).

City baru saja mengukir sejarah di Premier League usai menggulung Swansea City 4-0. Kemenangan itu menandai kemenangan ke-15 berturut-turut, memecahkan rekor Arsenal (14) lebih dari satu dekade lalu.

Menghadapi superioritas lawan, Spurs tak layak merasa gentar. Apalagi, tim London Utara ini punya rekor cukup oke di kandang City.

Berikut adalah data dan fakta duel City kontra Spurs:

– City tidak pernah menang dalam empat laga Premier League melawan Spurs (menang 0, seri 1, kalah 3), sejak laju empat kemenangan beruntun di antar November 2013 dan Mei 2015.

– Spurs telah memenangi lebih banyak laga tandang Premier League di Manchester City (10) daripada di klub-klub lain.

– Terakhir kali sebuah tim mengalahkan Liverpool, Arsenal, Manchester United, Chelsea, dan Tottenham di sepakbola level teratas dalam semusim sebelum Tahun Baru adalah 1953-54, yang dilakukan Wolves dan West Brom. Manchester City bisa mengulanginya dengan kemenangan di pertandingan ini.

– Laju kemenangan Manchester City (15 beruntun) masih berjarak empat kemenangan dari laju terbaik Pep Guardiola sebagai manajer di kompetisi liga. Dia pernah memenangi 19 pertandingan beruntun antara Oktober 2013-Maret 2014 sebagai manajer Bayern Munich di Bundesliga.

– Sejak mencetak 10 gol di tujuh penampilan pertama di Premier League melawan Spurs, Sergio Aguero gagal mencetak gol di empat penampilan meskipun melepaskan tujuh tembakan ke arah gawang.

– Sergio Aguero telah mencetak 99 gol dalam 133 penampilan untuk Manchester City di Etihad di semua kompetisi, dengan 70 gol di antaranya datang di Premier League.

– Sejak 2011-12, Sergio Aguero telah mencetak 35 gol dalam 52 pertandingan Premier League melawan tim-tim enam besar — sebanyak 29% dari 119 gol Manchester City di pertandingan-pertandingan itu selama periode tersebut.

– Harry Kane sudah mencetak tujuh gol di tujuh pertandingan tandang untuk Tottenham Hotspur di musim ini.

– Jumlah gol Kane di 2017 mencapai 33 gol dalam 33 penampilan, hanya berjarak tiga gol dari rekor Alan Shearer. Shearer mencetak 36 gol dalam setahun kalender pada 1995.

– Kevin de Bruyne telah terlibat dalam 13 gol (lima gol, delapan assist) dalam 14 pertandingan Premier League sejak awal September.

– David Silva telah terlibat di dalam 13 gol Premier league dalam 17 pertandingan di musim ini (lima gol, delapan assist) — sudah lebih banyak daripada sepanjang 2016-17 (keterlibatan dalam 11 gol di 34 pertandingan).

Gagarin Bawa Sejumlah Catatan dari Test Event Menuju Asian Games 2018

Gagarin Bawa Sejumlah Catatan dari Test Event Menuju Asian Games 2018

Gagarin Bawa Sejumlah Catatan dari Test Event Menuju Asian Games 2018

Jakarta – Perenang Indonesia, Gagarin Nathaniel, menganalisa performa di test event. Dia sudah mendapatkan bahan evaluasi menuju Asian Games 2018.

Ajang yang bertajuk CIMB Niaga Indonesia Aquatic Championship 2017 berlangsung sejak 5 Desember dan akan berakhir pada Jumat (15/12/2017) di Stadion Akuatik Senayan.

Khusus gaya dada, Gagarin ikut dalam dua nomor perlombaan, yaitu 100 meter dan 50 meter gaya dada. Sebelumnya, pada nomor event 100 meter gaya dada Gagarin sukses meraih medali emas, namun pada pertandingan yang digelar Kamis (14/12) tadi malam, Gagarin harus mengakui keunggulan Muhammad Fachri.

Dalam perlombaan tersebut, Gagarin membukukan waktu 29,21 detik. Sementara Fachri yang menempati peringkat pertama dalam perlombaan mencatatkan waktu 29,19 detik. Sedangkan posisi tiga diraih Ilham Achmad Tumudzi yang membukukan catatan waktu 29,80 detik.

“Perfomanya tadi memang tidak sebagus saat start. Jadi saat breakout posisi badan masih kurang pas. Mungkin kedalaman jadi feelingnya belum pas saja,” kata Gagarin usai berlomba.

“Ini event terakhir ketiga. Evaluasi saya yang paling kelihatan adalah di nomor 50 meter hari ini, baik dari sprint, speed, dan power ya. Ya harus kembali ke gym untuk balik ke powernya lagi,” ujarnya kemudian.

“Lalu untuk 100 meter justru yang paling saya puas karena dalam perlombaan itu untuk mendapatkan 0,2 detik itu tidak mudah. Makanya saya tidak menyangka. Tetapi dari selisih itu sebenarnya ada juga yang harus diperbaiki terutama soal endurancenya karena kurang 1 detik dari saat SEA Games. Intinya harus kembali latihan lagi.”

Gagarin sendiri selama ini melakukan latihan di Jakarta bersama pelatih kepala Marifa Herman Yus, yang juga merupakan ayah kandungnya.

“Sepertinya mulai masuk program lagi pertengahan Januari 2018 dan saya pikir itu waktunya cukup. tapi sejauh ini dari pelatih belum ada catatan yang harus diperbaiki,” kata dia.

Hanya, Gagarin berharap, dirinya dan perenang lainnya bisa langsung fokus latihan lagi. Apalagi, lanjut dia, ada aturan baru yang mengharuskan masuk 8 besar Asia jika ingin turun di nomor tertentu. Jika di Asian Games 2018 ternyata aturannya ditetapkan, maka dia akan memilih fokus di 100 meter gaya dada.

Menanti Kebangkitan Suzuki pada MotoGP 2018

Menanti Kebangkitan Suzuki pada MotoGP 2018

Jakarta – Suzuki Ecstar tampil tak impresif pada MotoGP 2017. Namun, tim yang dibela Andrea Iannone dan Alex Rins itu diyakini sejumlah pihak bakal tampil kompetitif pada MotoGP 2018.

Mantan bos Repsol Honda, Livio Suppo, menyebut kebangkitan Suzuki pada MotoGP 2018 akan membuat persaingan kian sengit. Tentu itu akan membuat balapan menjadi semakin menarik untuk ditonton.

“Jika Suzuki musim ini sangat kesulitan dan musim depan kembali dengan kemungkinan mempercepat proses pengembangan motor, itu akan sangat bagus. Saya pikir jika semua pabrikan berpacu dan mencapai level yang sangat dekat dengan yang lain, saya pikir ini akan bagus buat kita semua,” ujar Suppo seperti dikutip Crash, Kamis (14/12/2017).

Senada dengan Suppo, bos Movistar Yamaha, Lin Jarvis, Suzuki bisa saja menaikkan level kompetisi musim depan. Bukannya khawatir, dia justru mendukung pabrikan yang jadi rival Yamaha itu untuk tampil lebih kompetitif.
“Jika Suzuki bisa menggunakan konsensi ini untuk meningkatkan kemampuan mereka dan menjadi lebih kompetitif, itu akan meningkatkan level secara keseluruhan. Jadi, akhir pekan yang lebih kompetitif, dengan keterlibatan semua pabrikan, akan lebih baik buat kami semua,” tutur Jarvis, yang sudah lama aktif di MotoGP.

Lantas bagaimana dengan Suzuki? Davide Brivio mengaku tak terlalu muluk dalam menetapkan target musim depan. Namun sang bos menegaskan mereka berambisi untuk tampil lebih kompetitif demi meraih podium di setiap balapan.

“Saya pikir akan lebih memilih podium. Satu-satunya keuntungan dari keterpurukan musim lalu adalah Anda bisa mengembangkan mesin, itu yang menjadi keuntungan sebenarnya, tapi saya akan tetap menukarnya dengan podium,” ujar Brivio.

Persaingan MotoGP 2018 memang diyakini bakal lebih sengit. Munculnya Ducati sebagai penantang juara membuat persaingan juara kini tak lagi hanya melibatkan Honda dan Yamaha. Suzuki, dan juga KTM, bukan tak mungkin bakal menjadi kuda hitam berikutnya.

Rekor Lain yang Dipatahkan City Usai Menang atas Swansea

Rekor Lain yang Dipatahkan City Usai Menang atas Swansea

Rekor Lain yang Dipatahkan City Usai Menang atas Swansea

Swansea – Manchester City tak cuma mengukir rekor rentetan kemenangan terpanjang dalam sejarah Premier League usai mengalahkan Swansea City. City juga bikin rekor start terbaik.

City melanjutkan laju kencangnya dengan mengalahkan Swansea di Liberty Stadium, Kamis (14/12/2017) dini hari WIB. The Citizens memetik kemenangan telak dengan skor 4-0.

Itu merupakan kemenangan ke-15 secara beruntun yang dicatatkan City. Rangkaian tersebut menjadi rekor baru di Premier League, melewati catatan 14 kemenangan beruntun milik Arsenal yang tercipta pada Februari-Agustus 2002.

Namun itu bukan satu-satunya rekor yang dibuat City. Ada rekor lain yang juga dipatahkan oleh tim arahan Pep Guardiola itu.

Dengan tambahan tiga angka dari markas Swansea, City kini sudah mengumpulkan 49 poin dari 17 pertandingan. Belum pernah ada tim yang meraih poin sebanyak City setelah 17 pertandingan di divisi teratas sepakbola Inggris.

City mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang Tottenham Hotspur. The Lilywhites mengumpulkan 46 poin setelah 17 pertandingan pada musim 1960/1961.

Start terbaik di divisi teratas Liga Inggris setelah 17 pertandingan (tiga poin untuk kemenangan)

Kabar Neymar Diincar Madrid Bikin Iniesta Terganggu

Kabar Neymar Diincar Madrid Bikin Iniesta Terganggu

Kabar Neymar Diincar Madrid Bikin Iniesta Terganggu

Barcelona – Pilar Barcelona, Andres Iniesta, tak akan pernah suka jika Neymar bermain untuk Real Madrid. Dia pun terganggu dengan kabar tersebut.

Beberapa bulan terakhir Madrid dikabarkan tertarik untuk memboyong Neymar dari Paris Saint-Germain. Bahkan, baru-baru ini beberapa media Eropa menyebut si pemain sudah melakukan kesepakatan dengan Los Blancos.

Rumor kedekatan Neymar dengan Madrid mendapat perhatian dari Iniesta yang sudah empat musim main bareng di Barca. Dia merasa terganggu dengan hal tersebut.

“Ya, itu akan mengganggu saya karena dia pemain yang menentukan. Itu bisa memperkuat rivalitas kami menjadi sangat sengit,” kata Iniesta seperti dikutip Marca.

Iniesta juga menambahkan jika Neymar mungkin saja bisa berlabuh ke Madrid. Dia merasa di sepakbola tidak ada hal yang mustahil. Apalagi, pemain asal Brasil itu hengkang dari Barca ke PSG di musim panas 2017 dengan harga fantastis, yakni 222 juta euro.

“Dalam sepakbola apapun bisa terjadi, kita telah melihat situasi yang tidak mungkin menjadi kenyataan,” Iniesta menambahkan.

Zidane Sudah Setuju Real Madrid Boyong Courtois

Zidane Sudah Setuju Real Madrid Boyong Courtois

Madrid – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, akan senang dengan rencana transfer kiper Chelsea, Thibaut Courtois. Zidane mengagumi kualitas kiper internasional Belgia itu.

Seperti dilansir Cadena COPE, Real Madrid punya rencana menggaet dua kiper. Namun, rencana itu akan berlangsung dalam dua periode bursa transfer.
Kiper Athletic Bilbao, Kepa Arrizabalaga, akan lebih dulu mendarat di Santiago Bernabeu pada Januari nanti. Kontrak Kepa bersama Bilbao habis Juni nanti, tapi Los Blancos bersedia menebusnya agar bisa bergabung lebih cepat.

Kemudian, Zidane menginginkan Courtois pada musim panas mendatang. Kiper yang pernah dipinjamkan Chelsea ke Atletico Madrid itu bakal menjadi nomor satu di bawah mistar Los Blancos.
Pelatih asal Prancis itu telah memberi persetujuan tentang rencana menggaet Courtois. Kiper berusia 25 tahun itu akan menjadi pengganti Keylor Navas, yang kemungkinan dilepas Real Madrid.
Jika semua berjalan sesuai rencana, musim 2018-2019, slot kiper klub ibu kota Spanyol ini akan luar biasa. Courtois menjadi kiper utama, Kepa pilihan kedua, sedangkan putra Zidane, Luca, akan dipilih sebagai penjaga gawang ketiga tim senior.

Hasrat Real Madrid untuk membajak David De Gea juga sudah luntur. Manajemen Los Blancos melihat kans mendapatkan Courtois lebih besar ketimbang De Gea.

Sebelumnya, Courtois juga mengaku rindu dengan putranya yang berada di Madrid. Courtois meminta kenaikan gaji sama dengan De Gea, yakni 200 ribu pound sterling per pekan.
“Semua orang tahu buntunya negosiasi kontrak baru saya karena masalah pribadi. Jujur saya ingin kembali ke Spanyol,” ujar Courtois seperti dilansir Evening Standard.

“Jika bukan sekarang, mungkin beberapa tahun lagi saya akan pulang,” ia menambahkan.

Saat Hazard Sebut Predikat Man of The Match Untuknya Salah Alamat

Saat Hazard Sebut Predikat Man of The Match Untuknya Salah Alamat

Saat Hazard Sebut Predikat Man of The Match Untuknya Salah Alamat

Huddersfield – Eden Hazard menolak predikat man of the match usai kemenangan Chelsea atas Huddersfield. Dia menyerahkannya kepada Willian.

Chelsea memenangi laga atas Huddersfield 3-1 di John Smith’s Stadium, Rabu (13/12/2017) dinihari WIB. Gol-gol The Blues dicetak oleh Pedro, Willian, dan Tiemoue Bakayoko. Upaya Chelsea untuk mengakhiri laga dengan clean sheet digagalkan oleh Laurent Depoitre pada injury time.

Selain bikin satu gol, Willian juga membuat dua assist dalam pertandingan tersebut. Oleh BT Sport, Hazard yang diberi predikat man of the match dalam laga itu.

Penyerahan hadiah itu dilakukan dalam sesi wawancara. Hazard dan Willian yang hadir dalam wawancara tersebut.

Oleh si pewawancara, Willian diminta untuk menyerahkan hadiah itu kepada Hazard. Hazard bersegera menolaknya.

Willian merespons balik dengan mengatakan kalau hadiah tersebut memang sudah tepat diberikan kepada Hazard.

“Itu memang buatmu,” ujar Willian seperti dikutip Daily Mail.

Hazard lebih cepat bertindak. Dia merebut hadiah itu dan menyerahkan kepada Willian.

“Bukan, bukan. Teman saya yang pantas menerimanya. (Hadiah) ini untukmu, kamu layak menerimanya,” kata Hazard sembari merebut hadiah itu dari tangan pewawancara.

Di akhir sesi, mereka tertawa bersama-sama.

Tambahan tiga poin dari laga ke-17 itu membuat Chelsea mengantongi nilai 35. Tim besutan Antonio Conte itu menempati urutan ketiga.