Robert Rene Albert Kritik Klub Lain yang Buru Pemain di Makassar

Robert Rene Albert Kritik Klub Lain yang Buru Pemain di Makassar

Robert Rene Albert Kritik Klub Lain yang Buru Pemain di Makassar

Makassar – PSM Makassar terganggu dengan langkah klub lain yang berburu pemain di wilayah mereka. Sang pelatih Robert Rene Albert mengimbau agar kontestan Liga 1 memaksimalkan potensi daerah.

Makassar memang menjadi salah satu lumbung pemain potensial. Baru-baru ini Persija Jakarta dan Pusamania Borneo FC disebut-sebut berburu pemain muda, untuk memenuhi regulasi awal Liga 1 dengan harus menambah U-23, di Makassar.

Robert Rene mengkritik langkah Persija dan Borneo FC itu. Dia meminta agar kedua klub tersebut pandai-pandai mengendus potensi daerah.

“Klub Liverpool tidak boleh mencari pemain di kota Manchester sebagai markas Manchester United. Tetapi jika pemain asal kota bersangkutan ingin mengikuti seleksi untuk bermain di klub kota lain, itu bisa saja sebab statusnya bebas,” kata Robert Rene kepada pewarta, Minggu (10/12/2017).

Dia pun meminta agar PSSI turun tangan. Sebab, justru pemain-pemain daerah menjadi prioritas Liga 1.

Robert Rene mencontohkan langkah PSM dengan mencari pemain di empat kota Sulawesi Selatan; Kupang, Ambon, Mamuju, dan Kendari. Dari 117 pemain yang mengikuti seleksi pada Sabtu dan Minggu, 9-10 Desember, di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging, dia mendapatkan 25 nama.

“Di kota-kota ini tidak ada klub peserta Liga 1. Banyak pemain muda berbakat dan kami harap jaringan ini terjaga untuk memenuhi kebutuhan klub. Sekaligus bisa memompa prestasi sepakbola daerah tersebut,” dia menjelaskan.

MotoGP: Bekas Musuh Rossi Puji Marquez Setinggi Langit

MotoGP: Bekas Musuh Rossi Puji Marquez Setinggi Langit

Roma – Mantan pembalap motor 500cc (kini MotoGP), Max Biaggi, menyanjung Marc Marquez. Pria asal Italia ini percaya Marquez belum mencapai puncak penampilannya di ajang MotoGP.

Biaggi, yang dikenal kerap berseteru dengan Valentino Rossi saat masih aktif membalap, mengagumi kemampuan Marquez. Biaggi menilai penampilan rider berjulukan The Baby Alien ini akan semakin baik di tahun-tahun mendatang.
Marquez, yang mengendarai motor tim Repsol Honda, musim lalu mendapat tantangan berat dari pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso. Tapi, Marquez sanggup memenangi persaingan dan merebut gelar juara dunia MotoGP keempatnya.

“Marquez adalah juara dunia, karena dia adalah pembalap terkuat,” kata Biaggi, seperti dilansir Motosprint.

“Anda hanya harus melihat semua yang dia menangi di usia hanya 24 tahun,” papar pembalap yang sempat menjajal ajang Superbike itu.Pada usia 24 tahun, Marquez menjadi pembalap termuda yang meraih empat gelar juara dunia MotoGP. Marquez mengalahkan Valentino Rossi, yang mengumpulkan gelar kelas utama atau MotoGP pada usia 25 tahun.
Biaggi bahkan baru menjalani debutnya di kelas utama dalam usia 26 tahun. Biaggi berpendapat, Marquez akan terus mendapatkan pengalaman dan kian matang sehingga penampilannya di lintasan tak tertandingi.

“Dan yang paling menarik adalah, menurut saya, dia belum mencapai level maksimal, jadi performa yang terbaik darinya masih akan datang,” tutur Biaggi.

Pelukan di Lapangan Berbuah Kartu Merah dan Skors Lima Laga

Pelukan di Lapangan Berbuah Kartu Merah dan Skors Lima Laga

Pelukan di Lapangan Berbuah Kartu Merah dan Skors Lima Laga

Lamia – Sebuah kisah unik terjadi di kompetisi sepakbola Yunani ketika seorang kiper dikartu merah dan dapat skors lima laga. Semua gara-gara pelukan. Begini kisahnya.

Nikos Papadopoulos, demikian nama kiper tersebut. Pesepakbola Yunani berusia 27 tahun itu berkiprah untuk klub PAS Lamia, yang dalam kisah ini sedang berhadapan dengan Panaitolikos di partai liga Yunani pada akhir pekan lalu.

Nah, Lamia menuai hasil imbang 2-2 dari pertandingan itu berkat gol penyama kedudukan nan dramatis. Gol penyama skor Lamia dicetak Djili Vouho ketika pertandingan memasuki masa injury time menit ketujuh alias 90+7.

Saking gembiranya dengan gol tersebut, Papadopoulos sontak memeluk wasit Ioannis Neophatiadis yang memimpin laga. Tak cuma itu, ia juga mencium dan menyalami si pengadil lapangan. Neophatiadis rupanya tak berkenan dan menganggap itu sebagai sebuah pelanggaran yang layak dikartu merah.

Tidak cuma itu. hukuman lanjutan kini diberikan untuk Papadopoulos. Kiper yang juga pernah membela klub top Yunani Olympiakos dan Fortuna Duesseldorf di Jerman itu dapat skors berupa larangan tampil sebanyak lima laga. Ia dianggap melakukan perbuatan tak menyenangkan ke wasit.

Crutchlow Sebut Dirinya Secepat Dovizioso

Crutchlow Sebut Dirinya Secepat Dovizioso

Crutchlow Sebut Dirinya Secepat Dovizioso

Jakarta – Cal Crutchlow mengklaim dia memiliki kecepatan yang sama dengan Andrea Dovizioso. Andai tetap setim di Ducati, Crutchlow menilai mereka akan bersaing ketat.

Pebalap Inggris itu menghabiskan dua musim bersama Dovizoso. Yang pertama di Tech3 pada 2012 sebelum bereuni kembali di Ducati pada 2014.

Ketika Crutchlow menyeberang ke LCR Honda, Dovizoso tetap setia dengan Ducati dan berkembang pesat dalam dua musim terakhir. Pada khususnya di tahun ini, pebalap Italia itu di luar dugaan menjadi pesaing utama Marc Marquez dengan mencatatkan enam kemenangan meski dan finis runner-up.

“Alasan mengapa aku pergi (dari Ducati) adalah Andrea (Iannone) sudah dikontrak untuk tim pabrikan. Sekalipun aku juara dunia, aku tetap keluar. Jadi, mengapa aku bertahan? Alasanku bukan karena apa yang bisa Ducati lakukan. Aku tahu mereka bisa apa, dan hanya masalah waktu sampai mereka bisa kembali di jajaran depan,” ucap Crutchlow.

“Dovi telah membalap dengan fantastis sepanjang tahun ini, tapi dia memiliki sebuah tim yang fantastis pula dan sebuah motor yang bagus,” sambung dia di Autosport.

“Kurasa aku secepat Dovizioso. Kalau aku melihat pada saat aku berada di Tech3 dan ketika aku berada di Ducati, kami berada di kecepatan yang sama, jenis pebalap yang sama.”

“Andai aku masih berada di Ducati, kami akan ketat. Aku harus mengatakan bahwa dia membuat sebuah langkah dengan timnya dan motornya pada tahun ini. Tapi dalam kecepatan mentah, kupikir kami sama cepat.”

Terungkap Kelemahan Motor Ducati Dovizioso dan Lorenzo

Terungkap Kelemahan Motor Ducati Dovizioso dan Lorenzo

Bologna – Bos Ducati, Gigi Dall’Igna, mengungkapkan kelemahan motor Desmosedici GP17 milik Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo pada MotoGP 2017. Dia menilai sasis menjadi penyebab kenapa Dovizioso gagal menjadi juara dunia.


Manuver Ducati Desmosedici di tikungan memang sempat dikeluhkan Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo. Dall’Igna menjamin hal itu tidak akan terulang pada MotoGP 2018 karena pihaknya saat ini sedang melakukan pengembangan pada bagian sasis untuk memudahkan kuda besi Ducati itu bermanuver di tikungan.

“Motor kami sebenarnya memiliki beberapa poin keunggulan, sebuah kekuatan yang luar biasa. Akan tetapi di bagian lain seperti ketika tikungan, kami mengalami beberapa masalah,” kata Dall’Igna seperti dikutip Speedweek, Jumat (8/12/2017).

“Tentu saja kami akan melakukan evaluasi di semua aspek mesin, peralatan elektronik, dan lainnya. Itu sebabnya kami harus melakukan sesuatu. Saya rasa masalah utamanya di sini adalah bagian sasisnya,” ucap pria asal Italia itu.
Beberapa perubahan pada motor Ducati Desmosedici GP18 diyakini berdasarkan pada keluhan dan saran dari Lorenzo dan Dovizioso. Menurut Dall’Igna, hal tersebut sangat penting karena pebalap yang merasakan langsung kekuatan dan kelemahan motor.

“Saya senang dengan saran masalah teknis yang diberikan Jorge dan Andrea Dovizioso kepada kami sepanjang musim ini. Jadi, sisi teknis sangat penting untuk motor baru nanti,” ucap Dall’Igna.

Waktunya Duel Sengit Juventus vs Inter

Waktunya Duel Sengit Juventus vs Inter

Waktunya Duel Sengit Juventus vs Inter

Jakarta – Duel antara dua tim papan atas akan kembali tersaji di Liga Italia akhir pekan ini. Kali ini Juventus akan menjamu sang pemuncak klasemen, Inter Milan.

Pekan lalu Juve melewati ujian dari Napoli dengan sukses. Bianconeri menaklukkan Napoli, yang saat itu memimpin klasemen, dengan skor 1-0 di San Paolo.

Kini Juve akan kembali menantang pemilik capolista, Inter Milan. Dengan hanya dua poin yang memisahkan keduanya, hasil dari laga antara Juve dan Inter di Allianz Stadium, Minggu (10/12/2017) dini hari WIB, bukan tidak mungkin akan berpengaruh terhadap persaingan dalam perebutan scudetto.

Menghadapi Inter, Juve bermodalkan hasil positif dalam empat laga terakhir. Tim arahan Massimiliano Allegri itu memetik tiga kemenangan dan satu hasil imbang di semua kompetisi dan selalu mencatat clean sheet.

Setelah sempat tampil kurang meyakinkan di awal musim, Juve menunjukkan bahwa mereka tak bisa begitu saja dicoret dari persaingan menuju gelar juara. Hal itu mereka tegaskan lewat kemenangan atas Napoli.

Juve akan kembali diperkuat oleh Gianluigi Buffon yang sempat absen melawan Olympiakos. ‘Si Nyonya Besar’ juga tentu berharap performa oke Juan Cuadrado dan Gonzalo Higuain akan berlanjut.

Di sisi lain, Inter sedang dalam kepercayaan diri tinggi menyusul performa impresifnya di musim ini. Masih belum terkalahkan dalam 15 pertandingan, Nerazzurri kian menegaskan diri sebagai kandidat kuat scudetto lewat kemenangan telak 5-0 atas Chievo pekan lalu.

Inter juga diuntungkan dengan waktu persiapan yang lebih panjang. Tak punya komitmen di kompetisi Eropa, Luciano Spalletti bisa mempersiapkan timnya selama sepekan penuh.

Mauro Icardi akan jadi senjata utama Inter yang harus diwaspadai oleh Juve. Striker asal Argentina itu tampil mengesankan dengan mencetak 16 gol sekaligus memuncaki daftar top skorer.

Selain Icardi, Ivan Perisic juga akan jadi sumber ancaman untuk Juve. Winger asal Kroasia itu tak kalah mematikan dengan sudah menyumbangkan tujuh gol. Pekan lalu, dia mencetak hat-trick ke gawang Chievo. Dengan disokong Borja Valero dan Antonio Candreva, lini depan Inter punya kekuatan yang lebih dari cukup untuk merepotkan Giorgio Chiellini dkk.

Menarik untuk ditunggu apakah Inter mampu melanjutkan performa impresifnya sekaligus mempertahankan posisi di puncak klasemen, atau justru Juve yang akan memberi mereka kekalahan pertama sekaligus merebut capolista.

Dari pertandingan lainnya, Napoli akan menjamu Fiorentina di San Paolo, Minggu (10/12/2017) malam WIB. Napoli akan berupaya untuk bangkit usai dikalahkan Juve dan tersingkir dari Liga Champions.

Sementara itu, AS Roma berpeluang untuk ikut memanaskan persaingan di papan atas. Tandang ke markas Chievo, Roma bakal membidik kemenangan untuk menjaga jarak dengan tiga tim teratas.

Dari kota Milan, Rossoneri masih mencari kemenangan pertamanya bersama Gennaro Gattuso. Upaya AC Milan untuk kembali ke jalur kemenangan akan diuji Bologna.

Apriyani dan Gregoria Terkejut Dinominasikan Jadi Most Promising of The Year

Apriyani dan Gregoria Terkejut Dinominasikan Jadi Most Promising of The Year

Apriyani dan Gregoria Terkejut Dinominasikan Jadi Most Promising of The Year

Jakarta – Apriyani Rahayu dan Gregoria Mariska Tunjung tak menyangka dinominasikan sebagai Most Promising of The Year BWF 2017. Mereka senang masuk daftar tersebut.

Penghargaan Most Promising of The Year alias atlet muda menjanjikan menjadi salah satu kategori yang dibuat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) setiap tahunnya. Penghargaan itu diberikan kepada pebulutangkis muda potensial. Penilaian akan diberikan oleh BWF Awards Commission dan diumumkan hasilnya menjelang Super Series Masters Finals di Dubai pekan depan.

Indonesia meloloskan dua nomine dalam kategori itu. Yakni, tunggal putri Gregoria dan ganda putri Apriyani Rahayu.

“Apry nggak tahu juga kok Apry bisa masuk menjadi nomine itu. Saya juga tahu gara-gara ada yang nge-tag di instagram, kalau nggak di tag, Apry nggak tahu hahaha,” kata Apri

“Kalau soal persaingan, semua pesaing bagus. Kan ada Cen Yufei (China) juga. Apry sih nggak gimana-gimana, kalau terpilih syukur, kalau nggak ya nggak papa,” dia menambahkan.

Senada, Gregoria juga bersuka cita. Bagi Gregoria, masuk nominasi atlet masa depan menjadi tantangan yang harus dijawab suatu hari nanti.

“Senang ya. Cuma masih banyak yang perlu ditingkatkan ke depannya. Semoga nanti ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujar Gregoria.

“Jagoannya siapa ya? Nggak tahu ha ha ha,” tutur dia.

Indonesia juga menempatkan Kevin Snajaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sebagai nomine atlet terbaik putra.

Playmaker Manchester City Akui Kehebatan Shakhtar

Playmaker Manchester City Akui Kehebatan Shakhtar

Manchester – Playmaker Manchester City, Bernardo Silva, mengakui kehebatan Shakhtar Donetsk. Menurut Silva, The Citizens memang pantas kalah di tangan klub Ukraina tersebut.

Manchester City takluk 1-2 dari Shakhtar Donetsk pada matchday terakhir Grup F Liga Champions di Stadion Oblasny Sport Komplex Metalist, Kamis (7/12/2017) dini hari WIB. Meski kalah, The Citizens tetap lolos ke perdelapan final Liga Champions sebagai juara grup.

Dalam laga itu, Shakhtar unggul 2-0 di babak pertama melalui gol Bernard pada menit ke-26 dan Ismaily pada menit ke-32. City mencoba membalas pada paruh kedua, tapi baru bisa mencetak gol di injury time, itu pun lewat tendangan penalti yang dilesakkan oleh Sergio Aguero.

“Pertandingan tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Di babak pertama, mereka lebih baik dari kami. Ini adalah kemenangan yang pantas dan selamat untuk mereka,” kata Silva kepada BT Sport.
Silva menjelaskan, timnya sudah berusaha bangkit di babak kedua. Namun, usaha mereka tak berhasil.

“Kami tidak senang karena kami ingin menang, meski sudah lolos. Tapi ini sepak bola dan terkadang Anda kalah. Kami harus bangkit dari kekalahan ini,” Silva menambahkan.
Kekalahan dari Shakhtar merupakan kekalahan pertama Manchester City dalam 29 laga kompetitif terakhir yang mereka jalani. Sebelum ini, tim besutan Pep Guardiola itu terakhir kali kalah dari Arsenal di semifinal Piala FA musim lalu pada bulan April.

Dituduh Mourinho Bohong soal Kondisi Lacazette, Ini Respons Wenger

Dituduh Mourinho Bohong soal Kondisi Lacazette, Ini Respons Wenger

Dituduh Mourinho Bohong soal Kondisi Lacazette, Ini Respons Wenger

London – Jose Mourinho menganggap Arsene Wenger sudah berbohong soal kondisi Alexandre Lacazette menjelang laga Arsenal versus Manchester United beberapa hari lalu. Apa jawaban Wenger terkait tuduhan ini?

Seusai Arsenal menang telak 5-0 atas Huddersfield Town, Rabu (29/11/2017), Wenger memang sempat menyatakan Lacazette mengalami cedera pangkal paha dan dipastikan absen pada laga melawan MU, Sabtu (2/12/2017).

Namun, Lacazette nyatanya jadi starter ketika Arsenal dikalahkan MU 1-3 di Emirates Stadium. Striker asal Prancis itu bahkan bermain penuh dan mencetak satu-satunya gol The Gunners.

Menurut Mourinho, pernyataan Wenger soal kondisi Lacazette cuma akal-akalan untuk menipu kubu lawan. Mourinho pun menduga Pep Guardiola telah melakukan hal serupa dengan menyebut David Silva terancam absen di Derby Manchester.

Akan tetapi, Wenger membela diri dari “serangan” Mourinho. Dia menyebut pulihnya Lacazette memang di luar dugaan.

“Saya sebelumnya berpikir dia tidak akan main, tapi pada akhirnya dia bisa main. Apa yang harus saya lakukan? Meninggalkan dia di rumah?” ujar Wenger di Sky Sports.

“Saya selalu jujur. Saya sebelumnya berpikir dia tidak akan bermain, itulah yang dikatakan kepada saya. Setelah dia menjalani tes pada Jumat pagi, dia pergi ke pertandingan dan kami tak yakin apakah dia akan bermain,” jelasnya.

“Tapi, dia mencoba dan dia bermain. Itu bagian dari sepakbola,” kata Wenger.

Menyeberang ke Ganda Campuran, Ricky Berambisi Bayar Kepercayaan

Menyeberang ke Ganda Campuran, Ricky Berambisi Bayar Kepercayaan

Menyeberang ke Ganda Campuran, Ricky Berambisi Bayar Kepercayaan

Jakarta – Ricky Karanda Suwardi menyeberang ke skuat ganda campuran mulai awal 2018. Bersama Debby Susanto, dia bertekad melebihi perolehan Praveen Jordan.

Ricky akan berstatus sebagai pemain ganda campuran sepenuhnya mulai 2018. Awalnya, Ricky hanya bakal menjadikan ganda campuran untuk mengasah fisik dan teknik. Tapi rupanya, ganda campuran membutuhkan tenaganya.

Situasi itu membuat Ricky bakal memulai di jalur baru; sebagai pemain ganda campuran. Oleh pelatih, dia dipasangkan dengan Debby yang mengoleksi dua gelar juara super series bersama Praveen Jordan. Praveen dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti.

Keputusan itu diambil untuk mencari ganda campuran terbaik sebagai pelapis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Ricky pun tertantang untuk menjawab kepercayaan Richard Mainaky, pelatih pelatnas ganda campuran.

“Awalnya, ada tawaran untuk bermain rangkap (ganda putra dan ganda campuran) dan sudah diiyakan. Tapi, belakangan ternyata sektor ganda putra akan ada pemain yang masuk sehingga jumlahnya ganjil. Jadi, supaya genap saya geser ke campuran,” kata Ricky saat dihubungi pewarta, Rabu (6/12/2017).

Bagi Ricky bermain di sektor ganda campuran bukanlah kali pertama. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012, dia pernah berpasangan dengan Richi Puspita Dili. Saat itu keduanya mengalahkan pasangan Tontowi/Debby. Namun, untuk level internasional dia sama sekali belum pernah menjajalnya.

“Dalam pelatnas jarang main campuran lebih sering di klub. Ya, tugas baru ini akan saya jalani dengan nothing to lose saja karena masih baru,” ujar dia.

Bertekad Lewati Perolehan Praveen

Meski sudah terbiasa main di ganda, Ricky mengatakan masih kesulitan untuk menjaga kekompakan dan komunikasi. Karena itu, bersama Debby akan memperbaiki kesulitan tersebut.

“Saya baru mulai latihan besok. Tapi, baru sebatas menjalani program dari Kak Icad (Richard Mainaky). Adaptasi dulu. Sementara mulai program bersama Debby awal Januari atau setelah Dubai karena Praveen/Debby masih akan turun Desember ini,” dia mengungkapkan.

Bersama Angga, Ricky sudah pernah mencapai rangking enam, namun dalam tiga bulan terakhir keduanya turun sampai akhirnya mentok di 12 dunia. Ricky berharap adanya perubahan ini bisa memberikan atmosfer baru bagi Indonesia dan persaingan di ganda campuran. Terutama pada tiga turnamen yang akan dijalaninya bersama Debby pada Januari hingga Februari mendatang, yaitu Malaysia Master, Indonesia Master, dan India Super Series.

“Pertama-tama Malaysia dulu. Ya, saya tidak ingin jauh-jauh dulu. Untuk awalan tidak ada target sama sekali. Nanti baru menyusul Indonesia Master dan India,” ujarnya.

“Sementara target pribadi ingin melebihi dan saya kebetulan dipercaya dengan ganda campuran. Target saya harus lebih dari Praveen,” dia bertekad.